Beranda

    Social Items

Tampilkan postingan dengan label malaysia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label malaysia. Tampilkan semua postingan
Anda hanya punya anggaran perjalanan yang kecil dengan pengalaman backpacking yang masih minim pula? Jangan berkecil hati, dengan memilih destinasi yang tepat Anda pun bisa menikmati pengalaman perjalanan yang mengasyikkan di luar negeri.

Malaysia adalah destinasi yang tepat bagi yang punya bujet tipis. Lokasinya juga sangat dekat dengan Indonesia dan bisa dicapai dengan banyak sekali penerbangan bertarif murah. Selain itu, Malaysia punya banyak keunikan karena penduduknya sangat multikultur. Keunikan itu tercermin dari gaya arsitektur, kuliner, serta adat istiadat masyarakatnya.

Telusur Malaysia dalam 7 Hari

Kuala Lumpur adalah salah satu tujuan wisata paling populer di Asia Tenggara. Transportasi umum yang tertata baik, banyaknya pilihan penerbangan murah, kekayaan tradisi kuliner, serta keragaman budayanya adalah beberapa alasannya.

Selain itu, Ibu kota Malaysia ini juga tergolong salah satu tujuan wisata paling murah di Asia. Banyak kegiatan wisata menarik di sana yang bisa dilakukan dengan gratis. Kalau Anda bertandang ke Kuala Lumpur, jangan lewatkan tempat-tempat menarik berikut ini yang bisa dikunjungi tanpa membayar tiket. Semua objek wisata ini mudah dijangkau dengan kendaraan umum.

Inilah 7 Objek Wisata Gratis di Kuala Lumpur

Di tengah rimba bangunan kaca dan beton di pusat kota Kuala Lumpur, ternyata masih ada sebuah kampung tradisional yang terlihat begitu kontras dengan gedung-gedung modern di sekitarnya. Kawasan ini disebut Kampung Baru dan berlokasi sekitar satu kilometer saja dari Menara Petronas.

Karena lokasinya yang sangat strategis, harga tanah di kampung ini ditaksir mencapai 1,4 milyar dollar, atau sekitar 13 trulyun rupiah! Harga yang sungguh fantantis, menjadikan Kampung Baru sebagai kampung termahal di Kuala Lumpur. Tapi para pemilik lahan di sini tak tergiur menjualnya sebab Kampung Baru punya nilai historis yang sangat tinggi bagi etnis melayu di malaysia.

Kampung Termahal di Kuala Lumpur

Sudah banyak orang Indonesia yang pernah melakukan perjalanan ke Malaysia. Anda barangkali salah satunya. Tapi pernahkah Anda menikmati uniknya perayaan Thaipusam di Selangor, melihat festival yang diadakan keturunan Portugis di Melaka, atau “tersesat” dalam petualangan kuliner yang mengasyikkan di negeri jiran itu?
Malaysia itu unik karena mereka begitu terbuka dengan unsur-unsur kebudayaan lain. Masyarakatnya sangat multietnik dan telah hidup berdampingan selama beberapa generasi. Menariknya, meski telah hidup lama di Malaysia, berbagai kelompok ras dan etnik ini tetap menjaga identitas mereka. Hal ini jarang dimiliki negara lain, dan itulah yang menjadi daya tarik utama Malaysia.

Menyelisik Sisi Unik Malaysia

Tradisi minum kopi sudah lama hidup dalam masyarakat Malaysia. Pagi hari sebelum berangkat bekerja, banyak orang mampir dulu ke kedai-kedai kopi untuk menyantap menu sarapan, dan tentu saja sambil menikmati secangkir kopi. Di kalangan masyarakat keturunan Cina di Malaysia, kedai kopi ini populer disebut kopitiam.

Kopitiam berasal dari kata “kopi” dalam bahasa Melayu, dan “tiam” yang berarti kedai dalam bahasa Hokkien. Kedai kopi tradisional Cina ini sebenarnya tak hanya dikenal di Malaysia, tapi juga bisa ditemukan di Singapura dan Kepulauan Riau. Pemilik kopitiam biasanya warga keturunan Cina dan pelanggannya juga didominasi oleh komunitas itu sendiri.

Kopitiam, Kedai Kopi yang Tak Lekang oleh Zaman

Apa festival kebudayaan terbesar di Malaysia? Jawabannya pasti Thaipusam. Diperkirakan lebih dari satu juta orang berpartisipasi dalam upacara keagamaan Hindu Tamil ini. Meskipun menjadi tontonan menarik, Thaipusam bukan sekadar pertunjukan menusuk dan menindik tubuh dengan benda tajam. Perayaan ini memiliki makna spiritual yang sangat dalam bagi pemeluk Hindu Tamil.

Derita Demi Sang Dewa

Dalam banyak hal, negara tetangga kita Malaysia lebih maju dari Indonesia. Hal yang paling kentara adalah dalam pembangunan ekonomi. Pendapatan per kapita Malaysia tiga kali lebih tinggi dari Indonesia. Karena perbedaan taraf eknomi yang mencolok ini, banyak warga Indonesia harus bekerja mencari sesuap nasi di negara jiran itu.

Sumpah Laknat dan Silang Kutuk dalam Media Malaysia