Beranda

    Social Items

Tampilkan postingan dengan label UAE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UAE. Tampilkan semua postingan
Siapa yang tidak tertarik dengan wisata murah, apalagi yang gratis? Meskipun Dubai dikenal sebagai destinasi wisata favorit turis kaya dari Eropa, bukan berarti tak ada hal gratis yang bisa dinikmati di kota itu. Apa saja aktivitas wisata gratis yang bisa dilakukan di Dubai?

Melihat Dubai Fountain
Dubai Fountain adalah air mancur tertinggi di dunia. Air mancur ini mampu menyemprotkan air sampai setinggi  275 meter atau setara dengan dengan gedung berlantai 50! Istimewanya lagi, air mancur ini berlokasi di depan menara Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia. Atraksi spektakuler ini bisa dinikmati tanpa membayar tiket alias gratis!

Enam Hal Gratis yang Bisa Dilakukan di Dubai

Saya punya usul untuk lembaga New 7 Wonders. Bagaimana kalau mereka membuat pemilihan dengan kategori baru: "Seven Wonders of Modern World". Lomba ini memilih situs-situs penting hasil peradaban manusia yang dibangun setelah abad ke-20. Cukup menarik, bukan? Bagaimana Bernard Weber, Anda setuju dengan usul saya?
Kalau pemilihan itu benar-benar diadakan, saya yakin Dubai memiliki deretan panjang tempat-tempat menarik yang layak dimasukkan. Sebut saja misalnya gedung tertinggi di dunia, pulau buatan terluas di dunia, air mancur tertinggi di dunia, mal terbesar di dunia, indoor ski terluas di dunia, kepulauan buatan terluas di dunia, hotel tertinggi dunia, jaringan metro otomatis terpanjang di dunia, akuarium terbesar di dunia. Aduh, saya jadi lelah menulis kata-kata “ter...... di dunia”.

Guide to Experiencing the Real Wonder of Dubai

Bagaimana rasanya berada di sebuah mal yang luasnya 50 kali lapangan sepakbola? Anda mungkin bisa tersesat dalam arti sesungguhnya karena bingung menentukan arah saat berada di pusat perbelanjaan yang sangat luas itu. Anda bisa pula “tersesat” karena begitu takjub dengan hal-hal spektakuler yang dihadirkan mal raksasa itu. Saya pernah mengalami kedua-duanya di Dubai Mall.

Saya mengunjungi Dubai Mall untuk pertama kalinya pada akhir 2008, saat pusat perbelanjaan itu masih soft opening. Ketika itu baru sekitar 600 toko yang sudah beroperasi, hanya separuh dari kapasitas penuh mal itu. Sebagian outlet masih ditutup papan triplek warna putih. Nampak tak ada yang istimewa dengan pusat perbelanjaan itu selain ukurannya yang raksasa. “Huh, mereka hanya membuatnya lebih besar”, keluh saya pada seorang rekan yang menemani saya jalan-jalan saat itu.

Tersesat di Mal Terbesar di Dunia

Tak perlu disangkal lagi, Dubai adalah salah satu kota paling modern dan kosmopolitan di dunia. Namun, di balik citranya yang serba wah dan spektakuler itu, kota ini sebenarnya tidak berbeda dengan tempat-tempat lain. Sedikit saja masuk ke areanya yang lebih “pedalaman”, segera terlihat bagiannya yang lebih membumi. Anda akan segera tahu, kota ini tak melulu dihuni orang kaya dan turis.

Distrik Satwa merupakan salah satu area pemukiman paling tua di Dubai. Sebelum kota itu dibanjiri ekspatriat asal India dan Filipina, Satwa merupakan pusat komunitas Iran. Sampai sekarang, di distrik ini masih berdiri Iranian Hospital dan Iranian School yang menandakan orang-orang dari negara Persia itu pernah eksis di sana. Komunitas Iran kini tinggal berpencar, keberadaan mereka tidak lagi mencolok seperti dulu. Jumlah mereka kini juga kalah banyak dibanding pendatang asal Filipina dan Asia Selatan.

Manila Kecil di Tengah-tengah Dubai